Tahapan Membangun Rumah Dari Awal Hingga Selesai

Tahapan Membangun Rumah

Untuk membangun sebuah rumah atau hunian maka diperlukan langkah perencanaan yang matang. Sudah seharusnya Anda mengetahui tahapan dalam membangun rumah mulai dari awal hingga pembangunan selesai. Secara umum tahapan membangun rumah meliputi tahap persiapan, tahap pembangunan, dan finishing.

Tahapan Membangun Rumah
Tahapan Membangun Rumah

Tentu hal tersebut berbeda dengan Anda yang memilih membeli rumah siap huni. Ketika Anda membeli rumah siap huni tentu hal tersebut terlihat lebih praktis dan tidak menyita banyak waktu Anda. Namun perlu diingat segala macam fasilitas, sepesifikasi dan desain semua sudah ditentukan oleh pengembang atau pemilknya terdahulu.

Bisa jadi rumah yang Anda beli tersebut sesuai dengan keinginan, atau bisa juga tidak sesuai dengan keinginan Anda. Ketika rumah yang telah Anda beli tidak sesuai dengan keinginan tentu Anda harus memodifikasi rumah tersebut agar sesuai dengan keinginan dan selara Anda.

Memodifikasi rumah siap huni tentu sangat terbatas, berbeda dengan rumah yang dibangun sesuai keinginan yang dibangun dari nol. Agar rumah yang dibangun tersebut sesuai dengan keinginan dan kemampuan Anda maka Anda sebaiknya pelajari tahapan membangun rumah berikut ini.

Persiapan Membangun Rumah

Persiapan yang matang sebelum membangun rumah sendiri akan mengurangi risiko pembangunan rumah terhenti ditengah jalan. Harus diketahui persiapan dan perencanaan ini harus menjadi prioritas utama saat ingin membangun rumah sendiri.

Perencanaan tahapan pembangunan rumah harus disesuikan dengan dengan kemampuan Anda. Selain itu pembangunan rumah harus didasari dengan legaliitas hukum agar tidak menimbulkan masalah dikemudian hari.

Secara umum persiapan dalam membangun rumah meliputi penyiapan lahan, menetapkan budget, menentukan spesifikasi, menyusun rancang bangun, mengurus IMB, dan memilih kontraktor atau tenaga kerja.

1. Menyiapkan Lahan Untuk Bangunan Rumah

Sebelum membangun rumah tentu Anda harus punya lahan yang digunakan untuk membangun rumah. Jika Anda tidak memiliki tidak mungkin Anda bisa membangun rumah. Memiliki lahan atau tanah menjadi tahap awal persiapan membangun rumah.

Jika Anda sudah memiliki lahan maka selanjutnya lahan tersebut harus dipastikan siap dibangun sebuah hunian. Persiapan lahan meliputi pembersihan, perataan, dan pengerasan.

Jika tanah sudah rata dan keras maka cukup dibersihkan saja agar proses pembangunan rumah lebih mudah. Namun, jika tanah belum rata dan masih lembek maka perlu dilakukan penimbunan dengan tanah urug. Setelah proses penimbunan tanah harus dibiarkan sampai keras atau matang, baru bisa Anda bisa membangun di atasnya.

2. Menetapkan Budget

Kalkulasikan dengan cermat dan tepat berapa biaya yang sanggup Anda keluarkan dalam membangun rumah. Jangan memaksakan kehendak berlebihan jika Anda membangun rumah, hal tersebut bisa membuat Anda kuwalahan ditengah jalan.

Pastikan rumah yang dibangun sesuai dengan kemampuan budget yang Anda miliki. Dengan begitu pembangunan tidak akan terhenti ditengah perjalanan. Yang harus Anda prioritaskan adalah budget atau biaya yang Anda miliki bisa menghasilkan hunian indah dan nyaman untuk ditempati.

3. Menentukan Spesifikasi dan Desain Rumah

Tentukan desain dan model rumah yang akan dibangun, dan pastikan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan Anda. Membangun rumah bukan hanya menuruti keinginan semata, namun juga harus bisa memenuhi Anda dan anggota keluarga yang menempati.

Anda harus menetapkan desain rumah yang akan dibangun, misalnya minimalis, mediteranian, bohemian, vintage dan lain sebagainya.

Akan sangat percuma jika rumah hanya terlihat bagus dan indah, namun tidak bisa mencukupi kebutuhan anggota keluarga. Spesifikasi rumah harus sesuai dengan kebutuhan, misalnya digunakan anggota keluarga kecil, digunakan anggota keluarga besar, atau rumah tersebut merangkap sebagai tempat usaha.

4. Menyusun Rancang Bangunan Rumah

Dalam membuat rancang bangunan rumah bisa dilakukan dengan membuat gambar denah ruangan, denah bangunan, gambar 3D, gambar interior, gambar eksterior dan lain sebagainya. Gunakan jasa arsitek untuk membuatnya agar gambar rancang bangun rumah yang akan dibuat benar-benar tepat segalanya.

5. Mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Rumah seharusnya memiliki IMB sebelum dilakukan pembangunan. Membuat IMB rumah akan mengurangi risiko penyegelan akibat tidak memiliki izin di kemudian hari. IMB sendiri adalah produk hukum yang berisi pernyataan persetujuan atas pendirian bangunan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah, pemkab atau pemkot.

6. Belanja Material Bangunan

Tahap selanjutnya adalah membeli material bangunan yang digunakan untuk membangun rumah. Pilih material bangunan yang berkualitas dengan harga yang terjangkau. Beli material sesuai dengan kebutuhan dan sesuai dengan kemampuan biaya yang tersedia.

Letakan material bangunan pada lahan yang dibangun dan tempatkan pada posisi yang tepat, tidak mengganggu proses pembangunan rumah. Jika Anda membeli material secara bertahap pilih material utama yang tahan terhadap cuaca hujan dan panas, misalnya batu, batu bata, pasir dan genteng.

7. Memilih Kontraktor

Pilihlah kontraktor yang kompeten dan bisa menghasilkan bangunan berkualitas sesuai dengan keinginan. Memilih kontraktor harus sesuai dengan badget. Selain itu pelajari kontraknya, apa saja yang masuk dalam perhitungan biaya kontrak dan apa saja yang tidak masuk.

Jika Anda telah memahami tahap pembangunan rumah dan bisa menyediakan material bangunan sendiri, maka Anda bisa langsung memilih tukang bangunan yang kompeten dan memandori sendiri pekerjaan pembangunan rumah.

Menyusun Anggran Pembangunan Rumah

Setelah persipan awal selesai maka masuk tahap penyusunan anggaran pembangunan rumah. Penyusunan anggaran belanja (RAB) dipengaruhi oleh harga material dan jasa. Oleh sebab itu Anda harus paham berapa harga material dan biaya jasa pembangunan. Jangan lupakan biaya tak terduga dalam membangun, Anda harus menganggarkan biaya tak terduga pada perencanaan tersebut.

Sebagian besar orang menghitung secara kasar kebutuhan dalam pembangunan rumah berdasarkan luas rumah. Untuk menghitung biaya berdasarkan luas rumah maka bisa menggunakan rumus Luas Rumah = Panjang x Lebar. Selanjutnya biaya pembangunan tinggal mengalikan luas rumah dengan biaya permeter. jadi rumusnya Biaya Total = Luas Rumah x Biaya permeter persegi.

Misalnya harga membangun rumah per meter persegi sekitar Rp 3 juta. Maka angka tersebut tinggal dikalikan saja dengan luas rumah saja.

Misalnya luas rumah yang akan dibangun adalah lebar 6 m dan panjang 10 m.

Jadi Luas Rumah = 10m x 6m = 60m2

Harga pembangunan rumah dilokasi Anda berada Rp 3.000.000. Maka biaya yang dibutukan adalah.

60m2 x Rp 3.000.000 = Rp 180.000.000

Perhitungan kasar tersebut sudah meliputi bagian eksterior dan interior.

Akan lebih baik jika Anda melakukan perhitungan secara detail dan akurat, sehingga bisa diketahui secara pasti besaran real dari biaya yang dibutuhkan.

Jika Anda melakukan perhitungan secara detail maka Anda harus mengetahui secara detail item-item pengerjaan bangunan. Selain itu Anda juga harus paham harga material yang berlaku saat proses pembangunan rumah.

Tahapan Pengerjaan Pembangunan Rumah

Proses pembangunan rumah yang efisien dan selesai tepat waktu harus mengikuti tahapan yang berlaku. Akan sangat baik ketika Anda mengetahui tahapan-tahapan tersebut. Oleh sebab itu simak tahapan membangun rumah berikut ini :

1. Pengerjaan Awal

Tahap awal membangun rumah adalah pengukuran untuk menentukan posisi bangunan sekaligus batas-batas bangunan tersebut. Selanjutnya adalah membuat bowplank atau patok kayu sementara untuk menentukan titik-titik AS bangunan.

Pekerjaan awal ini adalah proses mempersiapkan posisi bangunan sekaligus mempersiapkan pemondasian bangunan. Langkah ini menjadi dasar pembangunan rumah yang diinginkan.

2. Pengerjaan Pondasi

Proses pengerjaan pondasi bertujuan membuat penopang beban bangunan yang berdiri di atasnya. Tentu jenis pondasi yang digunakan menyesuaikan dengan jenis bangunan yang dibuat dan keadaan tanah.

Umumnya pondasi dibuat menggunakan batu, sebagian lain yang menggunakan beton bertulang. Pondasi harus dibuat kuat sehingga mampu menahan beban bangunan. Jika pondasi tidak kuat bisa menyebabkan bangunan miring atau retak.

3. Pengerjaan Struktur Rumah

Yang termasuk pengerjaan struktur rumah adalah pembuatan sloof atau balok beton bertulang mendatar di atas pondasi. Selanjutnya adalah pembuatan kolom yang berupa tiang tegak lurus terhadap sloof dan ring balk.

4. Pengerjaan Pembuatan Dinding Rumah

Setelah bagian dasar sudah selesai maka tahap selanjutnya adalah pengerjaan dinding. Batu bata menjadi material utama pembuatan dinding. Selain itu terdapat material lain yang bisa digunakan seperti batoko atau hebel.

Untuk merekatkan batu bata tersebut digunakan semen dan pasir. Namun untuk perekat hebel menggunakan semen khusus.

5. Pengerjaan Pintu, Jendela, Kusen, dan Ventilasi

Tahap pembangunan rumah selanjutnya adalah pengerjaan pemasangan pintu, jendela, kusen dan ventilasi. Pemasangan item ini bertujuan untuk membuat fasilitas keluar masuk manusia dan udara.

Bahan untuk membuat pintu, jendela, kusen dan ventilasi bisa menggunakan kayu atau alumunium. Pastikan rumah yang dibangun memiliki ventilasi yang baik agar rumah tetap terjaga sirkulasi udaranya. Jika rumah memiliki ventilasi yang buruk maka akan menyebabkan rumah pengap dan terasa sesak.

6. Pembuatan Ring Balk

Sebenarnya pengerjaan ring balk termasuk kedalam pembuatan struktur rumah. Ring blak bertujuan untuk meneruskan beban bangunan dari atas ke bawah. Selain itu ring juga berfungsi sebagai mencegah keretakan pada dinding.

7. Pengerjaan Rangka Atap

Pengerjaan pembuatan atap rumah meliputi pemasangan rangka atap dan atapnya itu sendiri. Pembuatan rangka atap bisa menggunakan kayu atau baja ringan. Jika rangka atap selesai bisa dilakukan pemasangan genteng.

8. Pengerjaan Plumbing, Mekanikal dan Elektrikal

Pengerjaan plumbing meliputi pemasangan toilet, wastafel, bath up, pemanas air, pipa dan kran air. Sialain itu pemasangan instalasi saluran air bersih dan air limbah juga termasuk ke dalam pengerjaan plumbing.

Sedangkan untuk pengerjaan mekanikal dan elektrikal meliputi instalasi jaringan kabel listrik, sekring, saklas, titik-titik lampu penerangan dan sejenisnya.

9. Pekerjaan Finishing

Tahapan membangun rumah yang selanjutnya adalah finishing meliputi pemasangan material lantai baik ruangan maupun teras. Tahap ini adalah proses pengerjaan lantai secara keseluruhan, termasuk memasang keramik.

Selain itu finishing pengerjaan pemasangan pintu, jendela, hendle dan kucing. Kemudian tahap selanjutnya adalah pengecatan yang juga termasuk tahap finishing. Proses pengecatan ini menggunakan cat tembok atau cat kayu dengan tujuan mempercantik bangunan rumah.

10. Pengerjaan Fasilitas Tambahan

Pengerjaan fasilitas tambahan disesuaikan dengan keinginan pemilik rumah dan tersedianya dana. Fasilitas tambahan ini misalnya pembuatan pagar, pembuatan kanopi, pembuatan garasi, pembuatan taman dan sejenisnya.

11. Pembersihan dan Penataan Rumah

Jika proses pembangunan rumah selesai maka sebelum ditempati rumah harus dibersihkan dahulu. Rumah harus bersih dari debu, kotoran, sisa material atau puing-puing sisa pembangunan. Jika rumah sudah dibersihkan maka rumah siap ditempati.

Melindungi Rumah Dengan Asuransi

Rumah disarankan untuk diasuransikan demi melindungi rumah dari hal yang tidak diingikan. Apalagi jika rumah yang dibangun berada di daerah rawan bencana seperti banjir atau gempa.

Disisi lain mengasuransikan rumah juga sangat penting jika dirasa rumah berada didaerah pemukiman padat dan rawan kebakaran.

Setelah Anda mengetahui tahapan membangun rumah dari nol hingga selesai, maka sekarang Anda bisa mulai membangun rumah impian Anda.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *